Header Ads

Siasat David Balas Dendam, Korban Sengaja Dipacari Lalu Disiksa hingga Tewas

 


Siasat David Balas Dendam, Korban Sengaja Dipacari Lalu Disiksa hingga Tewas

kdslots - David Chandra (41) ditangkap usai menganiaya pacarnya, L (44), hingga tewas. Pria Medan tersebut ternyata sengaja memacari korban karena sebelumnya punya dendam terhadap korban dan ingin membalasnya.
Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto. Bayu menjelaskan bahwa David pernah menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan pada 2023. Saat itu, David meminta tolong kepada L untuk mengurus perkaranya.

"Modusnya si pelaku sakit hati. Tahun 2023, si pelaku pernah jadi tersangka di sini juga (Polrestabes Medan). Pelaku pernah minta tolong pada korban mengurus perkara tersebut," beber Bayu, dilansir detikSumut, Rabu (27/8/2025).

Namun, diduga saat itu L tidak mengindahkan permintaan David. Pada akhirnya David dipenjara. Dari situ, pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

"Ternyata tak dilakukan pengurusan sehingga pelaku menjalani hukuman dan sampai di lapas," lanjutnya.

"Modusnya pacaran, sehingga karena sakit hati, dia merasa akan melakukan balas dendam. Sementara (korban) ditaruh di rumahnya dan (pelaku) melakukan tindakan kekerasan," ujar Bayu.

David dan pacarnya diketahui telah tinggal bersama sejak Desember 2024. Selama itu, David kerap melakukan kekerasan terhadap pacarnya. Korban ditahan dan dilarang pergi ke mana-mana.

Puncak penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (23/8). Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku dan korban sempat mengkonsumsi narkoba bersama hingga pukul 14.00 WIB.

"Tersangka menggunakan ekstasi, sementara korban menggunakan sabu-sabu," jelas Bayu.

Pelaku pun marah dan mulai memukuli korban dengan botol bir. Korban berlumuran darah hingga tak sadarkan diri. Setelah itu, pelaku bersama pembantunya membawa korban ke rumah sakit. Di rumah sakit itu, saksi mendapati korban sudah meninggal dan ada yang janggal pada luka-luka korban. Hal itu langsung dilaporkan ke polisi.

"Bermula dari laporan masyarakat bahwa ditemukan seorang perempuan menjadi korban tindak penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," lanjut Bayu.

Polisi pun menuju rumah pelaku untuk menyelidiki kasus itu. Setibanya di sana, petugas menemukan banyak bercak darah, termasuk di tirai, tembok, dan seprai.

"Tetapi karena adanya dugaan penganiayaan, maka kami tindak lanjuti. Kami cek TKP benar, di lantai 3, di kamar ada sisa bercak darah, baik di gorden, tembok, maupun di lantai, makanya kita amankan pel yang untuk membersihkan lantai," katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.